Untukmu Sosok yang Masih dirahasiakan Untukku

Hingga saat ini engkau masih sebatas mimpi
Samar dan belum tergambarkan dalam titik-titik imajinasiku
Masih tentang dirimu
Aku merindukankan kamu datang lagi dan tetap bersamaku
Seolah kamu dulu pernah hadir dihidupku
Entah, mungkin benar kamu masih sebatas mimpi
Aku berharap untuk menjaga mimpi ini
Agar kelak saat kamu benar-benar hadir
Kamu tidak akan kecewa dengan janjiku yang dulu
Aneh, benar aneh
Aku berbicara seolah kamu memang pernah ada
Hanya saja kita dipisahkan untuk dipertemukan lagi
Karena aku yakin ada kisah yang harus kita ukir
Mengukir hati untuk membuktikan ketulusan cinta
Untukmu sosok yang masih dirahasiakan untukku

Kamis, 6 juni 2013. 20:05
Saat menyaksikan film “Perahu Kertas”

LOTUS

MENJADI PENALARAN

Masih penuh rasa tidak percaya apakah benar aku telah bergabung dikeluarga besar ini? Lembaga yang telah kuidamkan dan kupenuhi semua syaratnya untuk bergabung kini telah mengakuiku sebagai bagian darinya. Masih aneh rasanya, satu mimpiku telah tercapai, tepat pada pukul 03:56 tanggal 19 Mei 2013, ketua umum  LPM Penalaran kak Soma Salim membacakan keputusan atas dikukuhkannya kami, dibawah sinar jutaan bintang dan bulan yang nampak haru serta desiran ombak yang sesekali menyentuk tapak-tapak kaki kami menjadi teman kami malam itu, begitu pun jutaan mahluk tuhan lain yang tak tertuliskan menjadi saksi atas lahirnya 61 anak laskar nalar angkatan 16 saat itu. Kisah malam itu seperti mimpi dalam tidurku, sangat indah.
Ada nuansa yang sulit kugambarkan dengan kata, dengan Bismillah kulangkahkan kaki menanjaki pasir dan karang pantai menuju kesebuah meja yang telah duduk sekretaris umum kak Najib yang rapi dibalut jas merah hati, jas yang juga aku lihat dikenakan oleh rekannya saat melakukan sosialisasi pendaftaran di muka kelasku dulu. Beliau terang disana dengan lampu yang menancap di sisi meja yang berisikan buku anggota dan beberapa tumpuk kartu anggota disisinya. Saat ku terduduk kuraih pulpen disisi kanan meja, dengan instruksi kak Najib ku bolak balik halaman dalam buku besar itu untuk menemukan namaku dalam lembar buku tersebut.
Akhirnya kutemukan nama yang bertuliskan Nurjayanti dengan NRA 032/XVI/LPM-PNL/2013 telah terpampang rapi, ada senyum yang merekah nampaknya hadir disudut bibirku, dengan hati yang sedikit tegang ku gerakkan jari-jariku bersama dengan pulpen hitam yang mengikutinya, tanda tanganku pun akhirnya hadir di buku itu. Kak Najib memberikan selamat dengan tatapannya yang teduh dan penuh keramahan seolah menyambut adiknya yang telah lama beliau nantikan. Hal yang sama aku rasakan, sambutan penuh kehangatan oleh kakak-kakak yang lain yang telah berbaris rapi di sisi karang itu. Semua penuh cinta, betul-betul mimpi yang mewujudkan mimpi. Aku bahagia didalamnya.

MOSAIK 1 PADA ETALASE MIMPI


Sabtu, 13 April 2013. 06:40 AM
Selamat pagi..
Pagi ini indah, secangkir kopi panas dan wafer stick cokelat telah melengkapkan nuansa ini.
Sebenarnya akan ada banyak tugas, dipojok kamar ini bertumpuk pakaian yang sudah beberapa hari ini berteriak untuk di cuci namun aku belum menyempatkan diri. Bukan Cuma itu, ada hal yang lebih penting lagi, tumpukan tugas dan persiapan belajar menghadapi ujian siang nanti belum juga terlaksanakan. Tapi, tidak untuk pagi ini. Aku akan menikmati nuansa pagi ini dahulu, sedikit bercerita dalam tulisan pun nampaknya akan semakin indah.
Sedikit kembali kebeberapa bulan lalu, dimana ada banyak hari sebelum  hari ini yang tercipta banyak cerita. Lagi dan lagi, rasa syukur kepada pencipta tak kulupakan, kuasanya begitu nampak dalam setiap detak detik kisah yang terjadi. Begitu sempurna, tanpa cacat, pantaslah kita menyadari ayat Allah yang berbunyi “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?”seuntai  kalimat penyadaran untuk orang-orang yang berpikir.
Berawal dari satu mimpi yang membuahkan banyak mimpi-mimpi berikutnya, mimpi untuk mendapatkan banyak kesempatan membuat orang tua bangga, aku berbagi, dan aku beribadah. Mimpi yang banyak menyita perhatianku beberapa bulan terakhir ini adalah mencoret taget kesembilan “masuk penalaran 2013” pada halaman ke-23 buku hijauku, buku dengan sejuta mimpi dan kisah pribadi anak kecil dari dusun dipesisir pantai barat pulau sulawesi ini.
Dimulai dari pengenalanku dengan satu lembaga kampus UNM, tempatku sekarang menjalani indoktrinasi. Semoga aku tidak selengah itu, menjalani indoktrinasi tanpa ada rasa kritis, karena aku tidak ingin menjadi bagian dari golongan orang-orang yang krisis berpikir. Lembaga ini desas desusnya telah lama menarik perhatianku, sejak awal masuk menjadi bagian dari keluarga UNM, namanya telah sontar dilontarkan oleh teman-teman dan kakak kelasku yang lebih mengenal dunia kampus lebih dulu, tepatnya di kampus UNM. Mereka mengajakku bergabung kelembaga ini untuk melanjutkan cerita tentang kepenulisan karya tulis ilmiah dan bergorganisasi yang telah saya temukan sedikit esensinya didunia SMA. Sedikit aneh dan mungkin cukup berlebih, aku masuk menjadi mahasiswa baru di jurusan biologi, menjalani awal kuliah perdana di bulan pertama, ada banyak waktuku yang terbuang tanpa makna, betul-betul aku tidak menemukan kepuasan menjalani hari tanpa ada kesibukan berarti. Fase ini membuatku harus mencari tempat untuk mengisi waktu, mencari tau seluruh kegiatan yang ada dikampus ini.
Suatu kesempatan, aku bertemu dengan seorang kakak, kak Kamaruddin. Beliau lebih sering aku ganggu dengan banyak sms pertanyaan tentang UNM setelah ia membantu aku dan temanku saat proses lomba kti pada event GRAVITASI, yaitu lomba-lomba yang dilaksanakan dijurusannya pada saat kami masih duduk di bangku SMA dulu, jurusan Fisika FMIPA UNM. Hari itu beliau menanyakan keadaanku menjalani dunia kampus, beliau pun memberikan satu nomor Hp temannya yaitu Kak Indah Arnaelis, beliau berpesan jika menemukan kesulitan di jurusanmu, maka hubungilah dia karena dia adalah mahasiswa berpertasi dan dia adalah seniormu dijurusan Biologi. Dialog kami hanya berlangsung singkat, tapi dari kesingkatan itu menimbulkan banyak penasaran, mencari tau siapa Kak Indah Arnaelis.
Pencarian dimulai, sms pertama telah kukirimkan ke kak indah, isinya hanya kalimat-kalimat perkenalan, seharian kutunggu balasan, tidak ada jua jawabannya. Kesempatan berikutnya, aku bertemu lagi dengan kak Kamaruddin, beliau menanyakan perkembangan hubunganku dengan kak Indah arnaelis. Kujawab seperti adanya, beliau mengatakaan bahwa kak Indah orangnya sibuk, mungkin dia akan balas, tunggu saja. Benar, tak berapa lama balasan sms dari kak indah akhirnya muncul juga di kotak masuk hpku. Aku senang, setidaknya dia mau merespon smsku. Tak ada hal-hal hebat yang kulakukan setelahnya, aku hanya sering menanyakan kegiatan apa saja yang pernah dilakukan oleh kak Indah hingga mendapat predikat mahasiswa berprestasi kepada senior-senior di himpunanku, juga kepada kak Nuni Rismawanti Nur Qolbi, kakak yang satu ini aku kenal saat  sedang melakukan PKL di SMAku, dia mengajar di kelasku selama beberapa bulan, setelahnya hubungan kami masih terjalin, tepatnya melalui dunia maya dan sms. Dia adalah seniorku di jurusan biologi, sayangnya aku tak sempat bertemu dengannya di kampus semenjak aku menjadi mahasiswa, karena baru saja dia mendaptkan beasiswa melanjutkan S2 di UPI Bandung.  Dari dia, aku menemukan banyak informasi tentang kak Indah, tentang organisasi yang ia ikuti, salah satunya LPM penalaran, program penelitiannya, PIMNAS, kegiatan sosialnya, pekejaannya dalam dunia kepenulisan. Semua terdengar luar biasa. Ada satu yang menyita perhatianku, LMP Penalaran, lagi dan lagi nama organsasi itu terdengar, rasa penasaran semakin membuncah, tak sabar, kutuliskan nama lembaga itu kedalam buku hijauku, buku dengan sejuta mimpi-mimpi itu, target kesembilan “masuk penalaran 2013”.  Jangan heran, kenapa target ini baru target kesembilan. Target kesembilan bukan berati betul-betul target kesembilan dari semua target yang kutuliskan. Target kesembilan ini hanya berlaku untuk halaman ke23 buku hijauku, karena ada banyak target kesembilan lagi di halaman-halaman lain.

TO BE CONTINUE

Seminar hasil penelitian pmp-omk penalaran


PENALARAN
Benar-benar cumbu yang merekat kuat yang mampu bertahan...
Hanya candu yang tak tertahan yang akan bertahan
Sedang hati yang membuta yang tak mampu mereka jalan
Hingga terbentur ruang yang berbatas
Kumerindu dengan samudra yang menjulang ke angkasa
Sedang langit tak lagi berada diatas kepala
Yang kunanti hanya seutas senyum dan kalimat seru
Bahwa hidup tak lagi terikat dan berbeban
karena hati telah membuat alurnya sendiri
untuk mampu beriringan dengan udara yang tak bebas lagi
aku rasa itu adalah cinta
cinta yang telah mengakar dan mebentuk bentengnya sendiri
agar mampu tetap berdiri di tengah terjalnya karang
walau ombak dan badai saling berkecamuk
namun kekuatan mimpi untuk bersanding dengan lainnya tak terbendung
aku rasa itu adalah keyakinan
keyakinan yang membentuk matahari di dada
membulat terang memberi cahaya
 agar jalan menuju impian terbentang jelas
dan aku rasa itu adalah Penalaran
 minggu, 17 maret 2013,
rasa sukur karena telah selesai melakukan seminar hasil

Kisah kantuk sepulang dari RN


Pesonamu tak terbatas
Berjumpa asa meretas rasa
Semakin hanyut aku dalam dimensimu
Terseret arus karisma yang tak terbendung
Denyut nadi terasa melambat
Desau angin semakin membelai  mesra
Ada pinta yang tak tertahan
Semoga diri masih menanam rindu
Biar kabut menutup nyata
Namun banyang nampak jelas
Meski mata tak meraba
Namun hati tetap melihat
Kututup syair dengan harmoni
Dengan kasih kukenang kisah ini

Kisah kantuk sepulang dari RN
24 Februari 2013, 00:13 


Bukan mauku


Aku tak akan mengaku kalah terhadapmu, tak akan. Aku yang kini terpaku dan bercerita di balik layar ini bukanlah aku yang sebenarnya. Tak pernah ku jumpai diriku berada pada fase ini, pada fase aku luluh oleh perasaan yang dulu perlahan mekar kini harus menerima hidup bergulat dengan badai, tak mampu menahan kelopaknya untuk tetap utuh. Aku yang dulu hingga kini tak pernah.... sudahlah, tak akan kulanjutkan lagi.

ADA BANYAK TANYA, SEMOGA AKAN ADA JAWAB

-->

Aku masih tak mampu membedakan rasa yang ada ditubuh ini, entah sejak kapan orang-orang menganggapnya rasa itu berasal dari hati? Aku tak tahu dimana asal rasa itu muncul, dia datang begitu saja dan membuat candu. Mengapa orang-orang  menganggapnya berasal dari hati? Mengapa tidak berkata rasa itu berasal dari otak? Dari tangan, dari kaki, dari kulit, dari mata, dari mulut? Mengapa tidak mengatakan rasa itu berasal dari setiap elemen tubuhku, berasal dari reaksi sel-sel terkecil seluruh tubuh yang merasakan kenyamanan dan kenikmatan sejati hingga rasa itu muncul.
Aku juga belum bisa mempetak-petakkan rasa itu secara rinci, mengapa ada rasa suka, cinta, sayang, benci, dendam, cuek, mengapa harus dipetakkan? Rasa itu ada di semua ruang dan waktu dan untk semua orang, ini budaya dari mana? Lingkungan, dan ajaran nenek moyang yang turun temurun yang membuat kita latah. Kau lihat dan langsung kau terima? Tidakkah kita mencoba berpikir?
Siapa yang mengajari kita bertingkah seperti ini?
Entah sejak kapan tepatnya, ketika sang anak telah tumbuh dan mengenal pribadi-pribadi mereka, lingkungan mengajarkan mereka tentang bersikap dan bertingkah laku, menghakimi setiap pribadi dengan lebel rasa yang berbeda-beda. Namun sampai saat ini, yang aku pahami, setiap pribadi mempermainkan setiap lebel rasa yang mereka lekatkan kepada setiap pribadi yang mereka jumpai. Mudah saja mengganti lebel mereka, tanpa ada rasa bersalah dan rasa pembelajaran atas pengalaman pribadi terdahulu.
Contoh sederhana pada abad dilahirkanku, semenjak berdiri dengan kedua kaki sendiri, rasa cinta yang paling sering ku dengar kabarnya. Orang-orang ramai membicarakannya. Tanpa mengenal usia, cinta kadang menjadi racun dan kadang menjadi obat. Banyak pula yang mabuk karenanya, hingga menyerahkan nyawa pun ada. Sering sekali aku menghela napas panjang, merasa bingung dengan sesak dengan situasi yang nampak sekarang.  Ada sebuah permainan cinta yang jika engkau masuk kedalamnya, maka kamu betul-betul harus menjalaniya dengan baik, tidak boleh curang, mereka menyebutnya sebuah pernikahan. Namun ramai gunjing, setelah pernikahan mengahasilkan keturunan yang mereka sebut buah hati perbuatan mereka, mereka mulai jenuh dengan permainan mereka dan muncullah berbagai macam masalah karena mulai merasa jenuh hingga ingin berbuat curang. Mereka menyesali pasangan mereka, bukankah itu berarti mereka menyesali buah hati mereka juga? Harusnya jangan mengeluh, karena ini sudah pilihan anda.
Sebenarnya masih ada banyak pertanyaan lagi, aku berharap seiring waktu berlalu, jejaknya dapat kutarik kesimpulan untuk menjadi jawab atas segala tanya.

Assalamualaikum wr.wb

Salam bahagia untukmu kawan :)


Nelumbo nucifera

LOTUS

LOTUS

Blogger news

Takalar Blogger Community

"berjalan"

"berjalan"
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
doakan menjadi perempuan yang amanah dengan tanggung jawabnya, menjadi pembelajar sejati, dan terus berproses hingga kesempurnaan. doakan lotus!