TANAH AIRKU KOLAM SUSU

Malam tanggal 30 agustus 2013, dingin menusuk tulang, duduk terpaku menatap layar. Dibawah langit seribu bintang dan beralas rumput lapangan sekolah, kami panitia dan peserta KBIN besama warga desa Bentenge menyaksikan film “Tanah Surga Katanya”. Film ini sangat menyentuh, mirip dengan kondisi tanah yang sedang kujajaki ini. Ada dua lagu yang menggema malam itu dan berbekas hingga kini. Dua lagu itu liriknya sengaja kuukirkan dan lembaran blog ini.

Tanah Air
By: Ibu Soed

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Kolam Susu
By: Koes Plus
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman




AKU TAHU

Aku tahu, akan datang harapan yang bermuara ke terwujudnya impian.
Semua anak memiliki bakat, semua anak mampu menjadi sosok yang hebat.
Berikan banyak dukungan, berikan pula pujian.
Apa salah salahnya memberikan pujian, bukan untuk melemahkan tapi untuk membangkitkan.
Aku juga tahu, seiring bergesernya waktu, banyak anak diluar sana yang kehilangan harapan
hingga bermimpi menjadi sebuah angan-angan saja.
Terlalu banyak yang merendahkan,
banyak orang tidak percaya dengan kemampuannya,
hingga dia tidak diberikan kesempatan untuk mencoba.
Aku tahu, semua pribadi itu spesial,
cobalah tengok dengan teman-teman diluar sana,
kita sama-sama terlahir dari rahim seorang ibu.
Sebelumnya kita tidak pernah memilih untuk lahir dari rahim siapa,
kita juga tidak pernah memilih untuk ingin tumbuh di tanah seperti apa.
Sadarkah, kita telah di pilihkan oleh Tuhan yang maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya.


Inspirasi setelah teisak melihat film 3 idiots dan i not stupid too.

Indonesiaku tahukah kau?

Indonesiaku tahukah kau?

Banyak mereka meragukan kau
Indonesiaku tahukah kau?
Banyak mereka lebih senang menghardikmu
Indonesiaku tahukah kau?
Banyak mereka menghianatimu
Indonesiaku tahukah kau?
Banyak mereka tidak mengakuimu
Walau demikian, apakah kamu tidak mendengarnya?
Apakah kamu tidak melihatnya?
Ataukah kamu pura-pura bisu atau bersikap acuh?
Apalah nantinya negeri ini?
Atau,
Aku mulai takut,..
Kamu jangan marah yah..
4 juli 2013, 04:12 AM


BERTEMU RINDU

Suara dari surau semakin menenyentuh
Tak memiliki tangan namun dapat meraba seluruh nadi
Hujan di pengawal bulan juni 2013
Aku berlindung di bawah selimut mencoba bersikap culas
Tetap saja dentuman bedug surau memberi nuansa kias
Ramadhan kian mendekat
Angin dan awan setia mengiring kawan
Daun dan jangkrik senang penuh girang
Laut dan langit senja penuh rona
Mentari jatuh bulan mengintip
Anak kecil berlari kecil
Menggeser kain putih menutup kepala hingga kaki
Bertemu rindu di bulan suci

4 juli 2013, H-5 Ramadhan

MEMBACA ISYARAT LANGIT

Wajahku menengadah menatap langit
Langit kehilangan birunya
Kini dia nampak kusam
Ada tetes air bertengger diwajahku
Dingin angin ikut pula menerpaku
selaksa rinduku membentang ke ujung pulau
Melintasi cakrawala yang namanya belum kutau
Dari angan ku ingin membawa
Menuju balik kaca jendela ruanganku
Ruangan yang tetap hangat meski  dingin hawa kian mengepul
Aku duduk dengan secangkir kopi
Menatap air yang jatuh
Kini perlahan berubah menjadi kristal putih
Di suatu negeri yang luput kunamai.


3 Juli 2013, kala hujan turun

Untukmu Sosok yang Masih dirahasiakan Untukku

Hingga saat ini engkau masih sebatas mimpi
Samar dan belum tergambarkan dalam titik-titik imajinasiku
Masih tentang dirimu
Aku merindukankan kamu datang lagi dan tetap bersamaku
Seolah kamu dulu pernah hadir dihidupku
Entah, mungkin benar kamu masih sebatas mimpi
Aku berharap untuk menjaga mimpi ini
Agar kelak saat kamu benar-benar hadir
Kamu tidak akan kecewa dengan janjiku yang dulu
Aneh, benar aneh
Aku berbicara seolah kamu memang pernah ada
Hanya saja kita dipisahkan untuk dipertemukan lagi
Karena aku yakin ada kisah yang harus kita ukir
Mengukir hati untuk membuktikan ketulusan cinta
Untukmu sosok yang masih dirahasiakan untukku

Kamis, 6 juni 2013. 20:05
Saat menyaksikan film “Perahu Kertas”

LOTUS

MENJADI PENALARAN

Masih penuh rasa tidak percaya apakah benar aku telah bergabung dikeluarga besar ini? Lembaga yang telah kuidamkan dan kupenuhi semua syaratnya untuk bergabung kini telah mengakuiku sebagai bagian darinya. Masih aneh rasanya, satu mimpiku telah tercapai, tepat pada pukul 03:56 tanggal 19 Mei 2013, ketua umum  LPM Penalaran kak Soma Salim membacakan keputusan atas dikukuhkannya kami, dibawah sinar jutaan bintang dan bulan yang nampak haru serta desiran ombak yang sesekali menyentuk tapak-tapak kaki kami menjadi teman kami malam itu, begitu pun jutaan mahluk tuhan lain yang tak tertuliskan menjadi saksi atas lahirnya 61 anak laskar nalar angkatan 16 saat itu. Kisah malam itu seperti mimpi dalam tidurku, sangat indah.
Ada nuansa yang sulit kugambarkan dengan kata, dengan Bismillah kulangkahkan kaki menanjaki pasir dan karang pantai menuju kesebuah meja yang telah duduk sekretaris umum kak Najib yang rapi dibalut jas merah hati, jas yang juga aku lihat dikenakan oleh rekannya saat melakukan sosialisasi pendaftaran di muka kelasku dulu. Beliau terang disana dengan lampu yang menancap di sisi meja yang berisikan buku anggota dan beberapa tumpuk kartu anggota disisinya. Saat ku terduduk kuraih pulpen disisi kanan meja, dengan instruksi kak Najib ku bolak balik halaman dalam buku besar itu untuk menemukan namaku dalam lembar buku tersebut.
Akhirnya kutemukan nama yang bertuliskan Nurjayanti dengan NRA 032/XVI/LPM-PNL/2013 telah terpampang rapi, ada senyum yang merekah nampaknya hadir disudut bibirku, dengan hati yang sedikit tegang ku gerakkan jari-jariku bersama dengan pulpen hitam yang mengikutinya, tanda tanganku pun akhirnya hadir di buku itu. Kak Najib memberikan selamat dengan tatapannya yang teduh dan penuh keramahan seolah menyambut adiknya yang telah lama beliau nantikan. Hal yang sama aku rasakan, sambutan penuh kehangatan oleh kakak-kakak yang lain yang telah berbaris rapi di sisi karang itu. Semua penuh cinta, betul-betul mimpi yang mewujudkan mimpi. Aku bahagia didalamnya.

Assalamualaikum wr.wb

Salam bahagia untukmu kawan :)


Nelumbo nucifera

LOTUS

LOTUS

Blogger news

Takalar Blogger Community

"berjalan"

"berjalan"
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
doakan menjadi perempuan yang amanah dengan tanggung jawabnya, menjadi pembelajar sejati, dan terus berproses hingga kesempurnaan. doakan lotus!